
Palangka Raya, Februari 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya menjalin kerjasama strategis dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Palangka Raya (LPPM UPR) untuk menyusun Kajian Risiko Bencana Tahun 2025-2030. Kerjasama ini bertujuan untuk menghasilkan dokumen kajian risiko bencana yang komprehensif dan berbasis data ilmiah sebagai dasar perencanaan kebijakan kebencanaan di Kabupaten Murung Raya.
Dalam sambutannya, Kepala BPBD menyatakan bahwa kajian ini sangat penting untuk mengidentifikasi potensi risiko bencana di wilayah Kabupaten Murung Raya, mengingat daerah tersebut memiliki risiko tinggi terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan data yang akurat dan ilmiah, sehingga membantu kami dalam menyusun kebijakan mitigasi dan penanggulangan bencana yang lebih tepat sasaran,"katanya.

Ketua LPPM UPR, juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan akademisi dalam menghasilkan kajian yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. "Kami akan mengerahkan tim peneliti terbaik untuk melakukan kajian yang mendalam dan menyajikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah," jelasnya.
Kajian Risiko Bencana ini akan mencakup identifikasi risiko bencana berdasarkan tipe ancaman, kerentanan wilayah, serta kapasitas mitigasi yang dimiliki. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan daerah yang berwawasan kebencanaan dan berkelanjutan.
Kerjasama ini menandai langkah nyata Kabupaten Murung Raya dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana melalui pendekatan yang ilmiah, integratif, dan partisipatif.