PT PIRANTI JAYA UTAMA LIBATKAN AKADEMISI DAN PEMDA SUSUN ARAH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAPUAS HINGGA 2030

Palangka Raya — PT Piranti Jaya Utama (PJU), anak usaha PT Reswara Minergi Hartama, menggelar Konsultasi Publik Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di Hotel Best Western Palangka Raya, Kamis (22/1/2026).  Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya dengan PJU, dan menjadi bagian dari pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 sekaligus komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Tata Kelola Pertambangan Yang Baik (Good Mining Practice). Kegiatan dihadiri oleh 11 dinas dan badan penanggulangan bencana daerah dari kabupaten kapuas. Dari total jumlah undangan yang hadir adalah 24 orang yang terdiri 5 kepala dinas dan 19 perwakilan dinas kabupaten kapuas. Sedangkan undangan dari provinsi yang hadir berjumlah 6 orang perwakilan provinsi yang terdiri dari 2 dinas dan baperida.

CSR & Communication Manager Reswara, Dani Jaya Kristanto, menyampaikan bahwa RIPPM merupakan instrumen strategis dalam memastikan pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berjalan sistematis, selaras dengan kebijakan pemerintah, serta berorientasi pada keberlanjutan. RIPPM tidak hanya berorientasi pada kepatuhan regulasi, tetapi juga pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“PPM PJU kami rancang dengan dua elemen utama, yaitu kesejahteraan yang berkeadilan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Konsultasi publik ini memastikan program yang disusun relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tentunya kami tidak mampu untuk berjalan sendiri dalam pelaksanaan program, untuk itu sinergi menjadi kunci untuk mewujudkan PPM secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ketua LPPM Universitas Palangka Raya, Dr. Ir. Evi Veronica, M.S., dalam sambutannya menekankan pentingnya perencanaan berbasis riset dan data agar program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kapuas, Kusmiatie, yang menyatakan bahwa perencanaan program PPM perlu sejalan dengan agenda pembangunan daerah dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sehingga 8 bidang program utama PPM dapat dirasakan manfaatnya secara luas. Kusmiatie menambahkan “Mohon agar program PPM PJU memberikan perhatian pada keberagaman pangan lokal serta mengembangkan konsep pembinaan terintegrasi dari pendampingan budidaya dan pengolahan sampai ke penciptaan akses pasar”.

Materi RIPPM PJU 2026–2030 dipaparkan Puput Iswandyah Raysharie, S.E., M.E., mencakup hasil temuan pemetaan sosial, arah kebijakan dan strategi implementasi PPM lima tahun ke depan, serta indikator keberhasilan program.

Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai rekomendasi guna penyempurnaan dokumen RIPPM sebelum diimplementasikan sebagai acuan utama pelaksanaan PPM PT Piranti Jaya Utama.

Total Kunjungan:

0

Total Kunjungan

Pengunjung Hari Ini

Total Pengunjung Kemarin

0

Total Pengunjung Minggu Lalu

0

Total Pengunjung Perbulan

0

Total Pengunjung Perhari

0

Total Pengunjung Sedang Online